I am obsessed with You : tulisan tentang sensitifitas informasi dunia maya.


Hi Guys, sudah lama gw tidak mengisi blog ini, kali ini gw pengen share sebuah pemikiran yang mungkin akan membantu kalian untuk lebih bijak lagi tentang konten-konten yang kalian upload di dunia maya (sosial media). Tulisan ini gw harap bakal menggugah kalian untuk menyadarkan orang sekitar kalian, betapa sensitifnya konten yang kalian publikasikan.

Konten : Konten adalah segala sesuatu dalam bentuk benda dunia maya, tapi untuk lebih spesifiknya, disini kita akan membahas tentang foto dan video. 

First thing first :

Your world is in your hand.

I mean, ini bukan berarti sekarang hidup kamu sudah bergantung semua teknologi yg ada ditangan,  tetapi dengan gaya hidup orang masa kini, gw bisa berasumsi kalau segala kehidupan kamu sekarang sudah bisa dilihat melalui teknologi yang ada di tangan kamu.

…..

Apa kamu tidak merasa selalu diawasi? Apa kamu orang yang menganggap kepo itu cuma hal yg kamu lakuin? Apa kamu suka kalau ada orang like konten kamu meskipun itu orang asing? let me show you something…

Tanpa kamu sadari, selalu ada orang yang mengawasi kamu..

Bukan bermaksut menakut nakuti, tapi ini memang benar adanya, apalagi jika kamu seorang yang berparas elok apalagi itu seorang cwe, siap siap dibelakang kamu foto itu tersebar di grup yang isinya cwo cwo, sebagai bahan bahasan, sekali lagi foto diambil kemudian dibahas di grup yang isinya cwo-cwo tanpa kamu sadari, dengan bahasan yang tidak akan jauh dari ***** 

I am obsessed with you!

Jika diatas foto kamu hanya sebagai bahan bahasan, bagaimana jika ada orang yang benar benar tertarik dengan kamu, but believe me, this is real, I mean disini tertarik bukan hanya tertarik untuk memiliki, tapi bisa juga yang lain, dan kamu tau apa yang bisa mereka lakukan ketika sudah benar benar terobsesi?

  • Kumpulkan semua fotonya

Jadi, Gw akan kumpulin semua foto kamu, Mulai dari semua foto kamu yang kamu upload di Instagram, Facebook dan Twitter. Kemudian lanjut semua foto yang kamu ada didalamnya dari foto temenmu yg ditag kamunya, Lanjut lagi gw search nama kamu siapa tau nongol blog, tumblr, askfm lama kamu yang ada foto kamunya, umm.. oke gw rasa ini udah banyak.

  • Kamu suka kemana?

Oke mungkin gw pengen sekali kali stalk kamu kalo kamu lagi main kemana, jadi kita bisa kebetulan ketemu, oh gw liat path kamu aja sering check-in dimana, hmm tapi terlalu jarang kamu check-in di path, let me see dimana saja kamu suka foto (Via Instagram).

20120817-220145

  • Pengen liat juga postingan yang ada di Line, WA, BBM dan lain lain nih

Gw pengen tau ID linenya, mungkin username yg dipake sama kayak yg dipake di instagram dan twitter, eh dapet! Terus nomor hape ya? Gw bisa cek aktivitas postingan dia, siapa tau pernah ngasih nomor buat dapat diskon/pernah diskusi sama olshop.

  • Dia sudah punya cwo/cwe? Dia sukanya apa sih? Lagu yg dia suka apa? Butuh bahasan buat modus! ( Other case : Dia kerja dimana sih? biasa dia pegang hape jam berapa? dia mau ada acara yg bakal g bisa dihubungi ga ya? Buat modusin mama saya ditangkap!)

Well, gw udah punya foto fotonya, dari sini keliatan dia suka nonton jumat malem, pas nonton, biasanya hapenya  tidak ada aktifitas,  dia juga biasa lewat sini untuk pulang kerja,  dia juga sering Vlog , bisa kita potong suaranya untuk bahan pelengkap, lets do this on friday!!

whatsapp-last-seen-disable

 Its so creepy, what should I do? 

Gw gak menuntut kalian untuk setuju dengan gw kalau hal diatas adalah sesuatu yg gak seharusnya kalian alami, so gw ada beberapa tips agar kita tidak menjadi korban orang yang terobsesi dengan kita, ( at least masih ada, tp kita bisa mengurangi).

  • Keep your circle, as small as possible.

Kalo pakai twitter/instagram, protect your account, pastiin kamu punya kontrol siapa aja yg bisa lihat profil kamu, pastiin yang ada disana cuma orang orang yang kamu kenal. Ingat, semakin kamu tau siapa yang bisa melihat profil kamu, semakin kamu aman dari serangan orang yang tidak diinginkan.

  • You don’t have to keep your post ” Its happening now, I should update now”

Its okay to share your moment ASAP, but its not a must. Selain yang seperti ini menghilangkan moment penting yang harusnya dinikmati, ini juga bisa nyegah orang stalking as soon as you post the photo. Any photo you uploaded selalu dianggep itu sesuatu yg terbaru oleh follower kamu kok, tak perlu khawatir.

  • Don’t let others tag you in a photo, or just hide them.

Just hide them, ingat, semakin ada kontrol dari kamu sendiri, semakin bagus. Foto yang ditag teman kamu tanpa izin adalah foto yang tidak kamu inginkan.

  • If you want to show the world your creation, just make another account.

Just separate your daily life and your creation, selalu pertegas tabir antara dunia pribadi dan dunia untuk publik

  • Last but not least, Just post some lie, sometimes.

Maybe sounds bad, but actually its good to take control. Jaga kebenarannya hanya untuk orang orang yang terlibat secara langsung saja. Sehingga semakin jelas juga perbedaan antara orang yang tahu karena kepo, dan orang yang tahu karena benar benar terlibat.

 

So thats a wrap, but tetep its just my opinion based on experience, jika kalian menemukan tulisan diatas bermanfaat, silahkan share ke kerabat terdekat, apalagi untuk keluarga kita yang bisa dibilang masih gaptek teknologi, tapi sudah menggunakan media sosial,  beritahu mereka untuk lebih berhati hati mengunggah konten secara online. bagi kalian yang punya kritik dan saran, gw juga akan dengan senang hati menerima pendapat kalian. Thanks for your precious time!

 

 

Categories: Lifestyle | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: