Topologi star


Topologi star merupakan topologi
jaringan yang paling sering digunakan.
Pada topologi star, kendali terpusat
dan semua link harus melewati pusat
yang menyalurkan data tersebut ke
semua simpul atau komputer yang
dipilihnya. Simpul pusat disebut
dengan stasiun primer atau server
dan bagian lainnya disebut dengan
stasiun skunder atau client. Pada
Topologi star, koneksi yang terganggu
antara suatu node dan hub tidak
mempengaruhi jaringan. Jika hub
terganggu ( rusak ) maka semua node
yang di hubungkan ke hub tersebut
tidak dapat saling berkomunikasi.
Node adalah Titik suatu koneksi atau
sambungan dalam jaringan,
sedangkan hub berfungsi untuk
menerima sinyal-sinyal dan
meneruskan kesemua komputer yang
terhubung dengan hub.
Keuntungan menggunakan topologi
star yaitu:
a. Fleksibelitas tinggi.
b. Penambahan atau perubahan
komputer sangat mudah dan tidak
menganggu bagian jaringan lain, yaitu
dengan cara menarik kabel menuju
hub.
c. Kontrol terpusat sehingga mudah
dalam pengelolaan jaringan.
d. Kemudahan deteksi dan isolasi
kesalahan atau kerusakan, jika
terdapat salah satu kabel yang
menuju node terputus maka tidak
akan mempengaruhi jaringan secara
keseluruhan. Hanya kabel yang putus
yang tidak dapat digunakan.
e. Jumlah pengguna komputer lebih
banyak daripada topologi Bus
Kelemahan menggunakan topologi
star yaitu:
a. Boros kabel
b. Perlu penanganan khusus
c. Jika Hub Rusak maka jaringan yang
berada dalam satu hub akan rusak.

Categories: Lifestyle | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: